SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)
MATA KULIAH : METODE RISET BISNIS
1. PENDAHULUAN
2. PROSES PENELITIAN
3. PROSES PENELITIAN
4. PENGUKURAN VARIABEL
5. PENENTUAN SAMPEL
6. PENGUMPULAN DATA
7. ANALISIS DATA
8. MENYUSUN LAPORAN PENELITIAN
9. MID TEST
10.S/D 16. MEMBAHAS PROPOSAL
Tampilkan postingan dengan label Metode penelitian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metode penelitian. Tampilkan semua postingan
Kamis, 12 Maret 2009
Kamis, 24 April 2008
Mid Test Metode Riset Bisnis
- S1 Manajemen Reguler Kelas A dan B
Dibawah ini terdapat artikel-artikel yang dapat digunakan baik untuk penelitian pemasaran , maupun keuangan. Artikel tersebut hanya untuk mengingatkan anda kepada "variabel" , silahkan anda buat sendiri "JUDUL BARU" untuk sebuah penelitian.(judul bebas).
Yang diminta :
1. Apa judul penelitian baru anda tsb ?
2. Buat latar belakangnya !
3. Bagaimana perumusan masalahnya ?
4. Apa tujuan penelitiannya ?
5. Buat kerangka pemikirannya !
6. Buat hipotesisnya (jika ada)
7. Buat Definisi operasional dan pengukuran variabel !
8. Bagaimana teknik penentuan sampelnya ?
9. Bagaimana pengumpulan datanya
Artikel-Artikel Tersebut Adalah :
" Disain Packaging: Bagaimana Bila Harus Berubah? "
Dalam beberapa tahun terakhir ini, kami telah menyaksikan bagaimana rekan-rekan dari kalangan produsen (product manager & marketing manager dan tim mereka), dan juga dari agency telah mencurahkan perhatian mereka untuk menciptakan produk dengan kemasan-kemasan yang menarik dan berkualitas.
Namun ada satu hal yang menarik perhatian kami, yaitu manakala produsen ingin mengganti desain packaging. Banyak faktor yang menjadi perhatian produsen saat memutuskan untuk mengganti desain packaging produk, namun pertimbangan yang biasanya menjadi permasalahan adalah: "Apakah konsumen akan menyukai desain kemasan baru?"
Memang banyak sekali faktor yang mempengaruhi konsumen untuk menyukai packaging sebuah produk. Dalam beberapa survei dan Focus Group Discussion yang telah kami lakukan, kami mencatat ada beberapa hal penting yang mempengaruhi konsumen untuk menyukai sebuah desain packaging. Hal-hal tersebut antara lain adalah disain perwajahan, fungsi, dan informasi yang diberikan melalui packaging.
Faktor disain perwajahan biasanya menyangkut wilayah estetika, seperti pemilihan warna, font huruf yang digunakan dan tata grafis. Kadangkala pemasar bisa terjebak dengan selera pribadinya, karena faktor estetika sangat erat hubungannya dengan selera individu.
" Delta Djakarta Bagi Dividen Rp1.400 "
JAKARTA - Perusahaan berbasis minuman malt, PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) membagi dividen Rp1.400 per lembar saham.
"Total dividen itu merupakan 48 persen dari laba bersih," ujar Commercial Director Delta Djakarta Eddie Priyono, dalam paparan publik usai mengikuti RUPS Tahunan dan Luar Biasa, di Hotel Crown Plaza, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (24/4/2008).
Sedangkan laba bersih pada 2007, lanjut dia, tercatat Rp47 miliar.
Besarnya laba bersih itu disokong oleh pendapatan kuartal I-2008. Di mana tahun tersebut, total produksi Delta meningkat 15 persen, menjadi 25 ribu hektoliter dari tahun sebelumnya yang hanya 6,3 persen.
"Kami mengekspor minuman alkohol ke Irak sekira 8 persen, melalui Dubai, Abudabi, Pujaera, dan negara Asean seperti Kamboja dan Thailand," tutur Eddie Priyono
Pada 2007, penjualan PT Delta Jakarta sempat mengalami penurunan sebesar satu persen menjadi Rp439,8 miliar dari Rp396,7 miliar pada 2006 .
Sedangkan pada pendapatan mengalami kenaikan 16,6 persen menjadi Rp836 miliar. Peningkatan tersebut karena adanya kenaikan harga cukai.
Pada 2008 ini, perseroan menargetkan laba bersih naik menjadi Rp69 miliar. Sedangkan untuk operating profit pada kuartal I-2008 meningkat 124 persen dari Rp10,7 miliar menjadi Rp22,4 miliar. Target operating profit pada 2008 sekira Rp60,9 mliar. "Untuk volume penjualannya diharapkan Berita Terkait
naik 53 persen dari tahun sebelumnya," pungkasnya. (rhs)
Dibawah ini terdapat artikel-artikel yang dapat digunakan baik untuk penelitian pemasaran , maupun keuangan. Artikel tersebut hanya untuk mengingatkan anda kepada "variabel" , silahkan anda buat sendiri "JUDUL BARU" untuk sebuah penelitian.(judul bebas).
Yang diminta :
1. Apa judul penelitian baru anda tsb ?
2. Buat latar belakangnya !
3. Bagaimana perumusan masalahnya ?
4. Apa tujuan penelitiannya ?
5. Buat kerangka pemikirannya !
6. Buat hipotesisnya (jika ada)
7. Buat Definisi operasional dan pengukuran variabel !
8. Bagaimana teknik penentuan sampelnya ?
9. Bagaimana pengumpulan datanya
Artikel-Artikel Tersebut Adalah :
" Disain Packaging: Bagaimana Bila Harus Berubah? "
Dalam beberapa tahun terakhir ini, kami telah menyaksikan bagaimana rekan-rekan dari kalangan produsen (product manager & marketing manager dan tim mereka), dan juga dari agency telah mencurahkan perhatian mereka untuk menciptakan produk dengan kemasan-kemasan yang menarik dan berkualitas.
Namun ada satu hal yang menarik perhatian kami, yaitu manakala produsen ingin mengganti desain packaging. Banyak faktor yang menjadi perhatian produsen saat memutuskan untuk mengganti desain packaging produk, namun pertimbangan yang biasanya menjadi permasalahan adalah: "Apakah konsumen akan menyukai desain kemasan baru?"
Memang banyak sekali faktor yang mempengaruhi konsumen untuk menyukai packaging sebuah produk. Dalam beberapa survei dan Focus Group Discussion yang telah kami lakukan, kami mencatat ada beberapa hal penting yang mempengaruhi konsumen untuk menyukai sebuah desain packaging. Hal-hal tersebut antara lain adalah disain perwajahan, fungsi, dan informasi yang diberikan melalui packaging.
Faktor disain perwajahan biasanya menyangkut wilayah estetika, seperti pemilihan warna, font huruf yang digunakan dan tata grafis. Kadangkala pemasar bisa terjebak dengan selera pribadinya, karena faktor estetika sangat erat hubungannya dengan selera individu.
" Delta Djakarta Bagi Dividen Rp1.400 "
JAKARTA - Perusahaan berbasis minuman malt, PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) membagi dividen Rp1.400 per lembar saham.
"Total dividen itu merupakan 48 persen dari laba bersih," ujar Commercial Director Delta Djakarta Eddie Priyono, dalam paparan publik usai mengikuti RUPS Tahunan dan Luar Biasa, di Hotel Crown Plaza, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (24/4/2008).
Sedangkan laba bersih pada 2007, lanjut dia, tercatat Rp47 miliar.
Besarnya laba bersih itu disokong oleh pendapatan kuartal I-2008. Di mana tahun tersebut, total produksi Delta meningkat 15 persen, menjadi 25 ribu hektoliter dari tahun sebelumnya yang hanya 6,3 persen.
"Kami mengekspor minuman alkohol ke Irak sekira 8 persen, melalui Dubai, Abudabi, Pujaera, dan negara Asean seperti Kamboja dan Thailand," tutur Eddie Priyono
Pada 2007, penjualan PT Delta Jakarta sempat mengalami penurunan sebesar satu persen menjadi Rp439,8 miliar dari Rp396,7 miliar pada 2006 .
Sedangkan pada pendapatan mengalami kenaikan 16,6 persen menjadi Rp836 miliar. Peningkatan tersebut karena adanya kenaikan harga cukai.
Pada 2008 ini, perseroan menargetkan laba bersih naik menjadi Rp69 miliar. Sedangkan untuk operating profit pada kuartal I-2008 meningkat 124 persen dari Rp10,7 miliar menjadi Rp22,4 miliar. Target operating profit pada 2008 sekira Rp60,9 mliar. "Untuk volume penjualannya diharapkan Berita Terkait
naik 53 persen dari tahun sebelumnya," pungkasnya. (rhs)
Jumat, 14 Desember 2007
Uji Hipotesis
Pengujian Hipotesis
Terdapat 3 macam pengujian hipotesis. Jenis mana yang akan dipakai tergantung pada “ kalimat hipotesis”.
1. Uji dua pihak (two tail) bila :
Untuk hipotesis komparatif :
Hipotesis nol : Kualitas produk A = produk B
Hipotesis alternatif : Kualitas produk A # kualitas produk B
Ho : µ1 = µ2
Ha : µ1 # µ2
Untuk hipotesis asosiatif
Hipotesis nol : Tidak terdapat hubungan antara X dengan Y
Hipotesis alternatif : Terdapat hubungan antara X dengan Y
Ho : ρ = 0
Ha : ρ # 0
2. Uji pihak kiri bila :
Untuk hipotesis komparatif :
Hipotesis nol : Kualitas produk A paling sedikit sama dengan produk B
Hipotesis alternatif : Kualitas produk A lebih kecil dari kualitas produk B
Ho : µ1 µ2
Ha : µ1 < µ2
Untuk hipotesis asosiatif :
Hipotesis nol : hubungan antara X dengan Y paling sedikit /kecil 0.75
Hipotesis alternatif : hubungan antara X dengan Y lebih kecil dari 0,75
Ho : ρ 0,75
Ha : ρ < 0,75
3. Uji pihak kanan bila :
Untuk hipotesis komparatif :
Hipotesis nol : Kualitas produk A paling besar sama dengan produk B
Hipotesis alternatif : Kualitas produk A lebih besarl dari kualitas produk B
Ho : µ1 µ2
Ha : µ1 > µ2
Untuk hipotesis asosiatif :
Hipotesis nol : hubungan antara X dengan Y paling besar/ = 0.75
Hipotesis alternatif : hubungan antara X dengan Y lebih besar dari 0,75
Ho : ρ 0,75
Ha : ρ > 0,75
Terdapat 3 macam pengujian hipotesis. Jenis mana yang akan dipakai tergantung pada “ kalimat hipotesis”.
1. Uji dua pihak (two tail) bila :
Untuk hipotesis komparatif :
Hipotesis nol : Kualitas produk A = produk B
Hipotesis alternatif : Kualitas produk A # kualitas produk B
Ho : µ1 = µ2
Ha : µ1 # µ2
Untuk hipotesis asosiatif
Hipotesis nol : Tidak terdapat hubungan antara X dengan Y
Hipotesis alternatif : Terdapat hubungan antara X dengan Y
Ho : ρ = 0
Ha : ρ # 0
2. Uji pihak kiri bila :
Untuk hipotesis komparatif :
Hipotesis nol : Kualitas produk A paling sedikit sama dengan produk B
Hipotesis alternatif : Kualitas produk A lebih kecil dari kualitas produk B
Ho : µ1 µ2
Ha : µ1 < µ2
Untuk hipotesis asosiatif :
Hipotesis nol : hubungan antara X dengan Y paling sedikit /kecil 0.75
Hipotesis alternatif : hubungan antara X dengan Y lebih kecil dari 0,75
Ho : ρ 0,75
Ha : ρ < 0,75
3. Uji pihak kanan bila :
Untuk hipotesis komparatif :
Hipotesis nol : Kualitas produk A paling besar sama dengan produk B
Hipotesis alternatif : Kualitas produk A lebih besarl dari kualitas produk B
Ho : µ1 µ2
Ha : µ1 > µ2
Untuk hipotesis asosiatif :
Hipotesis nol : hubungan antara X dengan Y paling besar/ = 0.75
Hipotesis alternatif : hubungan antara X dengan Y lebih besar dari 0,75
Ho : ρ 0,75
Ha : ρ > 0,75
Minggu, 09 Desember 2007
UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN DAN ANALISIS DATA
Instrumen Valid (sah) jika pertanyaan tersebut mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh instrumen (kuesioner).
Instrumen Reliabel (andal) jika jawaban responden terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu
LANGKAH-LANGKAH UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS, YAITU :
- Mempersiapkan butir-butir pertanyaan berdasarkan konstruk, konsep dan indikator dari variabel yang akan diteliti.
- Instrumen (pertanyaan) diberikan kepada responden untuk diujicobakan
- Setelah instrumen diujicobakan kepada responden, kemudian ditabulasikan untuk mempermudah penghitungan dan analisis ujicoba tersebut.
- Responden target ujicoba instrumen, tidak dapat dijadikan responden penelitian
Reliabilitas Internal (Internal Consistensy)
1. Dengan rumus Spearman-Brown
2. Dengan rumus Flanagant
3. Dengan rumus Rulon
4. Dengan rumus K – R.21
5. Dengan rumus Hoyt
6. Dengan rumus Alpha Cronbach
Analisis Data
Penggunaan Statistik Dalam Analisis Data
Penelitian yang menggunakan data kuantitatif atau yang dikuantitatifkan yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam penelitian, peneliti harus memahami metode statistik. Statistik terbagi kedalam statistik deskriptif dan statitistik inferensial.
Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif dimaksudkan untuk menggambarkan dan menyajikan secara ringkas informasi dari sejumlah besar data. Dengan statistik deskriptif data mentah diubah kedalam suatu bentuk yang dapat menyediakan informasi untuk menggambarkan serangkaian fator dalam suatu keadaan yang meliputi frekuensi, pengukuran tendensi sentral (mean,median, modus), pengukuran dispersi (range, varians, standar deviasi) dan tren. Dalam statistik ini terkait pula penyajian berupa bentuk-bentuk distribusi, tabel dan grafik.
Statistik Inferensial
Statistik inferensal dimaksudkan untuk membuat inferensi (prediksi atau keputusan) mengenai sebuah populasi berdasarkan informasi yang terdapat dalam sebuah sampel. Perhatian statistik inferensial adalah untuk mengetahui atau mengambil kesimpulan dari data melalui analisis :
Hubungan antar dua variabel
Perbedaan dalam suatu variabel antar anggota kelompok yang berbeda
Bagaimana beberapa variabel independen dapat menjelaskan terjadinya perubahan dalam suatu variabel independen.
Statistik inferensial digolongkan kedalam statistik parametrik dan statistik nonparametrik. Statistik parametrik terbagi lagi menjadi statistik univariat dan statistik multivariat.
Statistik parametrik digunakan apabila memenuhi asumsi bahwa populasi asal sampel didistribusikan secara normal dan data yang dikumpulkan memakai skala interval atau ratio. Statistik non parametrik dipakai tanpa mensyaratkan asumsi normalitas distribusi populasi dan bisa dipakai untuk data yang berskala nominal atau ordinal.
Contoh statistik inferensial – non parametrik antara lain sign test, Mann-Whitnney U test, korelasi Spearman dan uji chi-square.
Contoh statistik inferensial univariat – parametrik antara lain adalah t-test, Z test, korelasi pearson dan ANOVA.
Contoh statistik inferensial multivariat adalah MANOVA, discriminat analysis, factor analysis, cluster analysis, dan multidimensional scaling. (untuk lebih jelasnya rumus-rumus statistik dan contoh tersebut dapat dilihat pada buku statistik
LANGKAH-LANGKAH ANALISIS DATA
Secara garis besar, pekerjaan analisis data meliptuti 3 langkah yaitu :
- Persiapan
- Tabulasi
- Penerapan data sesuai dengan pendekatan penelitian
A. PERSIAPAN
Kegiatan dalam langkah persiapan ini antara lain :
Mengecek nama dan kelengkapan identitas pengisi. Apalagi instrumennya anonim, perlu sekali dicek sejauh mana atau identitas apa saja yang sangat diperlukan bagi pengolahan data lebih lanjut.
Mengecek kelengkapan data, artinya memeriksa isi instrumen pengumpulan data (termasuk pula kelengkapan lembaran instrumen ).
Mengecek macam isian data. Jika di dalam instrumen termuat sebuah atau beberapa item yang diisi “tidak tahu” atau isian lain bukan yang dikehendaki peneliti, padahal isian yanga diharapkan tersebut merupakan variabel pokok, maka item ini perlu didrop.
Apa yang dilakukan dalam langkah persiapan ini adalah memilih/menyortir data sedemikian rupa sehingga hanya data yang terpakai saja yang tertinggal.
Kegiatan dalam langkah persiapan ini antara lain :
Mengecek nama dan kelengkapan identitas pengisi. Apalagi instrumennya anonim, perlu sekali dicek sejauh mana atau identitas apa saja yang sangat diperlukan bagi pengolahan data lebih lanjut.
Mengecek kelengkapan data, artinya memeriksa isi instrumen pengumpulan data (termasuk pula kelengkapan lembaran instrumen ).
Mengecek macam isian data. Jika di dalam instrumen termuat sebuah atau beberapa item yang diisi “tidak tahu” atau isian lain bukan yang dikehendaki peneliti, padahal isian yanga diharapkan tersebut merupakan variabel pokok, maka item ini perlu didrop.
Apa yang dilakukan dalam langkah persiapan ini adalah memilih/menyortir data sedemikian rupa sehingga hanya data yang terpakai saja yang tertinggal.
Kegiatan dalam langkah persiapan ini antara lain :
Mengecek nama dan kelengkapan identitas pengisi. Apalagi instrumennya anonim, perlu sekali dicek sejauh mana atau identitas apa saja yang sangat diperlukan bagi pengolahan data lebih lanjut.
Mengecek kelengkapan data, artinya memeriksa isi instrumen pengumpulan data (termasuk pula kelengkapan lembaran instrumen ).
Mengecek macam isian data. Jika di dalam instrumen termuat sebuah atau beberapa item yang diisi “tidak tahu” atau isian lain bukan yang dikehendaki peneliti, padahal isian yanga diharapkan tersebut merupakan variabel pokok, maka item ini perlu didrop.
Apa yang dilakukan dalam langkah persiapan ini adalah memilih/menyortir data sedemikian rupa sehingga hanya data yang terpakai saja yang tertinggal.
B. TABULASI
Termasuk ke dalam kegiatan tabulasi ini antara lain
Merberikan skor(scoring) terhadap item-item yang perlu diberi skor. Misalnya tes, angket bentuk pilihan ganda, rating scale dan sebagainya.
Memberikan kode terhadap item-item yang tidak diber skor.
a. Jenis kelamin : - laki-laki diberi kode 1
- perempuan diberi kode 0
b. Tingkat pendidikan :
- Sekolah Dasar diber kode 1
- Sekolah Menengah Pertama diberi kode 2
- Sekolah Menengah Atas diberi kode 3
- Perguruan Tinggi diberi kode 4
Mengubah jenis data, disesuaikan atau dimodifikasikan dengan teknik analisis yang akan digunakan.
Memberikan kode (coding) dalam hubungan dengan pengolahan data jika akan menggunakan komputer. Dalam hal ini pengolah data memberikan kode pada semua variabe, kemudian mencoba menentukan tempatnya didalam coding sheet (coding form), dalam kolom beberapa baris ke berapa.
C. PENERAPAN DATA SESUAI DENGAN PENDEKATAN PENELITIAN
Maksud rumusan yang dikemukakan dalam bagian ini adalah pengolahan data yang diperoleh dengan menggunakan rumus-rumus atau aturan-aturan yang ada, sesuai dengan pendekatan penelitian atau desain yang diambil
UJI HIPOTESIS
Memuat aturan bagaimana data akan diolah dan dianalisa setelah data terkumpul, serta jenis dan pengujian hipotesis. (Bila penelitiannya mencantumkan hipotesis). Lihat desain dan jenis uji statistik yang diambil seperti tersebut diatas.
Teknik pengolahan data dan teknik analisis data perlu dikemukakan secara spesifik. Misalnya teknik pengolahan data menggunakan tabel dan grafik. Teknik analisisnya menggunakan model-model statistik, model-model ekonomi/ekonomitrika, model optimasi, persamaan-persamaan dan lainnya. Statistik uji hipotesisnya menggunakan t, Z, F, X2 (tergantung jenis data) dilanjutkan dengan prosedur statistik uji hipotesisnya. Misalnya penetapan Ho dan Ha, tingkat signifikannya, gambarnya (Satu sisi atau dua sisi) serta keputusan menerima atau menolak Ho.
Instrumen Reliabel (andal) jika jawaban responden terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu
LANGKAH-LANGKAH UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS, YAITU :
- Mempersiapkan butir-butir pertanyaan berdasarkan konstruk, konsep dan indikator dari variabel yang akan diteliti.
- Instrumen (pertanyaan) diberikan kepada responden untuk diujicobakan
- Setelah instrumen diujicobakan kepada responden, kemudian ditabulasikan untuk mempermudah penghitungan dan analisis ujicoba tersebut.
- Responden target ujicoba instrumen, tidak dapat dijadikan responden penelitian
Reliabilitas Internal (Internal Consistensy)
1. Dengan rumus Spearman-Brown
2. Dengan rumus Flanagant
3. Dengan rumus Rulon
4. Dengan rumus K – R.21
5. Dengan rumus Hoyt
6. Dengan rumus Alpha Cronbach
Analisis Data
Penggunaan Statistik Dalam Analisis Data
Penelitian yang menggunakan data kuantitatif atau yang dikuantitatifkan yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam penelitian, peneliti harus memahami metode statistik. Statistik terbagi kedalam statistik deskriptif dan statitistik inferensial.
Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif dimaksudkan untuk menggambarkan dan menyajikan secara ringkas informasi dari sejumlah besar data. Dengan statistik deskriptif data mentah diubah kedalam suatu bentuk yang dapat menyediakan informasi untuk menggambarkan serangkaian fator dalam suatu keadaan yang meliputi frekuensi, pengukuran tendensi sentral (mean,median, modus), pengukuran dispersi (range, varians, standar deviasi) dan tren. Dalam statistik ini terkait pula penyajian berupa bentuk-bentuk distribusi, tabel dan grafik.
Statistik Inferensial
Statistik inferensal dimaksudkan untuk membuat inferensi (prediksi atau keputusan) mengenai sebuah populasi berdasarkan informasi yang terdapat dalam sebuah sampel. Perhatian statistik inferensial adalah untuk mengetahui atau mengambil kesimpulan dari data melalui analisis :
Hubungan antar dua variabel
Perbedaan dalam suatu variabel antar anggota kelompok yang berbeda
Bagaimana beberapa variabel independen dapat menjelaskan terjadinya perubahan dalam suatu variabel independen.
Statistik inferensial digolongkan kedalam statistik parametrik dan statistik nonparametrik. Statistik parametrik terbagi lagi menjadi statistik univariat dan statistik multivariat.
Statistik parametrik digunakan apabila memenuhi asumsi bahwa populasi asal sampel didistribusikan secara normal dan data yang dikumpulkan memakai skala interval atau ratio. Statistik non parametrik dipakai tanpa mensyaratkan asumsi normalitas distribusi populasi dan bisa dipakai untuk data yang berskala nominal atau ordinal.
Contoh statistik inferensial – non parametrik antara lain sign test, Mann-Whitnney U test, korelasi Spearman dan uji chi-square.
Contoh statistik inferensial univariat – parametrik antara lain adalah t-test, Z test, korelasi pearson dan ANOVA.
Contoh statistik inferensial multivariat adalah MANOVA, discriminat analysis, factor analysis, cluster analysis, dan multidimensional scaling. (untuk lebih jelasnya rumus-rumus statistik dan contoh tersebut dapat dilihat pada buku statistik
LANGKAH-LANGKAH ANALISIS DATA
Secara garis besar, pekerjaan analisis data meliptuti 3 langkah yaitu :
- Persiapan
- Tabulasi
- Penerapan data sesuai dengan pendekatan penelitian
A. PERSIAPAN
Kegiatan dalam langkah persiapan ini antara lain :
Mengecek nama dan kelengkapan identitas pengisi. Apalagi instrumennya anonim, perlu sekali dicek sejauh mana atau identitas apa saja yang sangat diperlukan bagi pengolahan data lebih lanjut.
Mengecek kelengkapan data, artinya memeriksa isi instrumen pengumpulan data (termasuk pula kelengkapan lembaran instrumen ).
Mengecek macam isian data. Jika di dalam instrumen termuat sebuah atau beberapa item yang diisi “tidak tahu” atau isian lain bukan yang dikehendaki peneliti, padahal isian yanga diharapkan tersebut merupakan variabel pokok, maka item ini perlu didrop.
Apa yang dilakukan dalam langkah persiapan ini adalah memilih/menyortir data sedemikian rupa sehingga hanya data yang terpakai saja yang tertinggal.
Kegiatan dalam langkah persiapan ini antara lain :
Mengecek nama dan kelengkapan identitas pengisi. Apalagi instrumennya anonim, perlu sekali dicek sejauh mana atau identitas apa saja yang sangat diperlukan bagi pengolahan data lebih lanjut.
Mengecek kelengkapan data, artinya memeriksa isi instrumen pengumpulan data (termasuk pula kelengkapan lembaran instrumen ).
Mengecek macam isian data. Jika di dalam instrumen termuat sebuah atau beberapa item yang diisi “tidak tahu” atau isian lain bukan yang dikehendaki peneliti, padahal isian yanga diharapkan tersebut merupakan variabel pokok, maka item ini perlu didrop.
Apa yang dilakukan dalam langkah persiapan ini adalah memilih/menyortir data sedemikian rupa sehingga hanya data yang terpakai saja yang tertinggal.
Kegiatan dalam langkah persiapan ini antara lain :
Mengecek nama dan kelengkapan identitas pengisi. Apalagi instrumennya anonim, perlu sekali dicek sejauh mana atau identitas apa saja yang sangat diperlukan bagi pengolahan data lebih lanjut.
Mengecek kelengkapan data, artinya memeriksa isi instrumen pengumpulan data (termasuk pula kelengkapan lembaran instrumen ).
Mengecek macam isian data. Jika di dalam instrumen termuat sebuah atau beberapa item yang diisi “tidak tahu” atau isian lain bukan yang dikehendaki peneliti, padahal isian yanga diharapkan tersebut merupakan variabel pokok, maka item ini perlu didrop.
Apa yang dilakukan dalam langkah persiapan ini adalah memilih/menyortir data sedemikian rupa sehingga hanya data yang terpakai saja yang tertinggal.
B. TABULASI
Termasuk ke dalam kegiatan tabulasi ini antara lain
Merberikan skor(scoring) terhadap item-item yang perlu diberi skor. Misalnya tes, angket bentuk pilihan ganda, rating scale dan sebagainya.
Memberikan kode terhadap item-item yang tidak diber skor.
a. Jenis kelamin : - laki-laki diberi kode 1
- perempuan diberi kode 0
b. Tingkat pendidikan :
- Sekolah Dasar diber kode 1
- Sekolah Menengah Pertama diberi kode 2
- Sekolah Menengah Atas diberi kode 3
- Perguruan Tinggi diberi kode 4
Mengubah jenis data, disesuaikan atau dimodifikasikan dengan teknik analisis yang akan digunakan.
Memberikan kode (coding) dalam hubungan dengan pengolahan data jika akan menggunakan komputer. Dalam hal ini pengolah data memberikan kode pada semua variabe, kemudian mencoba menentukan tempatnya didalam coding sheet (coding form), dalam kolom beberapa baris ke berapa.
C. PENERAPAN DATA SESUAI DENGAN PENDEKATAN PENELITIAN
Maksud rumusan yang dikemukakan dalam bagian ini adalah pengolahan data yang diperoleh dengan menggunakan rumus-rumus atau aturan-aturan yang ada, sesuai dengan pendekatan penelitian atau desain yang diambil
UJI HIPOTESIS
Memuat aturan bagaimana data akan diolah dan dianalisa setelah data terkumpul, serta jenis dan pengujian hipotesis. (Bila penelitiannya mencantumkan hipotesis). Lihat desain dan jenis uji statistik yang diambil seperti tersebut diatas.
Teknik pengolahan data dan teknik analisis data perlu dikemukakan secara spesifik. Misalnya teknik pengolahan data menggunakan tabel dan grafik. Teknik analisisnya menggunakan model-model statistik, model-model ekonomi/ekonomitrika, model optimasi, persamaan-persamaan dan lainnya. Statistik uji hipotesisnya menggunakan t, Z, F, X2 (tergantung jenis data) dilanjutkan dengan prosedur statistik uji hipotesisnya. Misalnya penetapan Ho dan Ha, tingkat signifikannya, gambarnya (Satu sisi atau dua sisi) serta keputusan menerima atau menolak Ho.
Rabu, 14 November 2007
Pengumpulan Data
Pengumpulan Data
Berisikan penjelasan tentang bagaimana data dikumpulkan sebelum diolah dan dianalisis. Meliputi uraian tentang :
1. Jenis data (data primer atau data sekunder)
2. Sumber data ( person atau paper, atau place)
3. Pengumpulan data
Dalam pengumpulan data ini yang penting bagi peneliti adalah metode-metode yang akan dilaksanakan dilakukan secara obyektif, tidak dipengaruhi oleh keinginan pengamat. Metode-metode pengumpulan data tersebut adalah :
- Tes
- interviu/wawancara
- observasi
- kuisioner
- dokumentasi dan sebagainya.
Penggunaan Tes
Data yang diungkap dalam penelitian dibedakan menjadi tiga jenis yaitu fakta, pendapat, dan kemampuan. Untuk mengukur ada tidaknya serta besarnya kemampuan obyek yang diteliti, digunakan tes.
Penggunaan Metode Interviu/Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data dalam metode survei yang menggunakan pertanyaan secara lisan kepada subyek penelitian. Teknik wawancara dilakukan jika peneliti memerlukan komunikasi atau hubungan dengan responden. Hasil wawancara selanjutnya dicatat oleh pewawancara sebagai data penelitian. Teknik wawancara dapat dilakukan dengan dua cara yaitu melalui tatap muka atau melalui telepon.
Secara garis besar ada dua macam pedoman wawancara :
1. Pedoman wawancara tidak terstruktur, yaitu pedoman wawancara yang hanya memuat garis besar yang akan ditanyakan. Tentu saja kreatifitas pewawancara sangat diperlukan, bahkan hasil wawancara dengan jenis pedoman ini lebih banyak tergantung dari pewawancara.
2. Pedoman wawancara terstruktur yaitu pedoman wawancara yang disusun secara terperinci sehingga menyerupai check-list. Pewawancara tinggal membubuhkan tanda v (check) pada nomor yang sesuai.
Penggunaan kuisioner atau Angket
Penelitian data penelitian pada kondisi tertentu kemungkinan tidak memerlukan kehadiran peneliti. Pertanyaan peneliti dan jawaban responden dapat dikemukakan secara tertulis melalui suatu kuisioner.
Sebagian besar penelitian umumnya menggunakan kuisioner sebagai metode yang dipilih untuk mengumpulkan data.
Sebelum kuisioner disusun maka harus melalui prosedur :
1. Merumuskan tujuan yang akan dicapai dengan kuisioner.
2. Mengidentifikasikan variabel yang akan dijadikan sasaran kuisioner.
3. Menjabarkan setiap variabel menjadi sub-variabel yang lebih spesifik dan tunggal.
4. Menentukan jenis data yang akan dikumpulkan, sekaligus untuk menentukan teknik analisisnya.
Penentuan sampel sebagai responden kuisioner perlu mendapat perhatian pula. Apabila salah menentukan sampel, informasi yang kita butuhkan barangkali tidak kita peroleh secara maksimal.
Penggunaan Metode Observasi
Dalam menggunakan metode observasi cara yang paling efektif adalah melengkapinya dengan format atau blangko pengamatan sebagai instrumen. Format yang disusun berisi item-item tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan akan terjadi.
Untuk mengamati kejadian yang kompleks dan terjadi serentak, pengamat diseyogyakan menggunakan alat bantu misalnya kamera, video, tape atau audio-tape recorder.Kejadian tersebut dapat dianalisis setelah rekamannya diputar kembali.
Penggunaan Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan atau transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan sebagainya.
Dibandingkan dengan metode lain, maka metode ini agak tidak begitu sulit, dalam arti apabila ada kekeliruan sumber datanya masih tetap, belum berubah. Dengan metode dokumentasi yang diamati bukan benda hidup tetapi benda mati.
Instrumen
Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat,lengkap,dan sistematis sehingga lebih mudah diolah.
Jumlah instrumen penelitian tergantung pada jumlah variable penelitian yang telah ditetapkan oleh peneliti, yang menjadi titik tolak dalam penyusunan instrumen.
Penyusunan instrumen
Pada umumnya penyusunan instrumen pengukur variable mengikuti tahapan :
1. Pendefinisian operasional variable smpai jelas dimensi dan ditentukan indicator yang akan diukur.
2. Dari indicator ini kemudian dijabarkan menjadi butir-butir pertanyaan atau pernyataan.
3. Pengurutan pertanyaan/pernyataan dan pemilihan tata letak pertanyaan/pernyataan.
4. Pra uji dan koreksi instrumen.
Kisi-kisi Instrumen
Supaya penyusunan instrumen lebih sistematis, sehingga mudah untuk dikontrol, dikoreksi,dan dikonsultasikan pada ahli, maka sebelum instrumen disusun menjadi item-item instrumen, maka perlu dibuat kisi-kisi instrumen sebagai berikut :
Variabel Indikator No Item
Loyalitas - Komitmen 1,2,3,4
Konsumen - Beli Tetap 5,6,7,8
Berisikan penjelasan tentang bagaimana data dikumpulkan sebelum diolah dan dianalisis. Meliputi uraian tentang :
1. Jenis data (data primer atau data sekunder)
2. Sumber data ( person atau paper, atau place)
3. Pengumpulan data
Dalam pengumpulan data ini yang penting bagi peneliti adalah metode-metode yang akan dilaksanakan dilakukan secara obyektif, tidak dipengaruhi oleh keinginan pengamat. Metode-metode pengumpulan data tersebut adalah :
- Tes
- interviu/wawancara
- observasi
- kuisioner
- dokumentasi dan sebagainya.
Penggunaan Tes
Data yang diungkap dalam penelitian dibedakan menjadi tiga jenis yaitu fakta, pendapat, dan kemampuan. Untuk mengukur ada tidaknya serta besarnya kemampuan obyek yang diteliti, digunakan tes.
Penggunaan Metode Interviu/Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data dalam metode survei yang menggunakan pertanyaan secara lisan kepada subyek penelitian. Teknik wawancara dilakukan jika peneliti memerlukan komunikasi atau hubungan dengan responden. Hasil wawancara selanjutnya dicatat oleh pewawancara sebagai data penelitian. Teknik wawancara dapat dilakukan dengan dua cara yaitu melalui tatap muka atau melalui telepon.
Secara garis besar ada dua macam pedoman wawancara :
1. Pedoman wawancara tidak terstruktur, yaitu pedoman wawancara yang hanya memuat garis besar yang akan ditanyakan. Tentu saja kreatifitas pewawancara sangat diperlukan, bahkan hasil wawancara dengan jenis pedoman ini lebih banyak tergantung dari pewawancara.
2. Pedoman wawancara terstruktur yaitu pedoman wawancara yang disusun secara terperinci sehingga menyerupai check-list. Pewawancara tinggal membubuhkan tanda v (check) pada nomor yang sesuai.
Penggunaan kuisioner atau Angket
Penelitian data penelitian pada kondisi tertentu kemungkinan tidak memerlukan kehadiran peneliti. Pertanyaan peneliti dan jawaban responden dapat dikemukakan secara tertulis melalui suatu kuisioner.
Sebagian besar penelitian umumnya menggunakan kuisioner sebagai metode yang dipilih untuk mengumpulkan data.
Sebelum kuisioner disusun maka harus melalui prosedur :
1. Merumuskan tujuan yang akan dicapai dengan kuisioner.
2. Mengidentifikasikan variabel yang akan dijadikan sasaran kuisioner.
3. Menjabarkan setiap variabel menjadi sub-variabel yang lebih spesifik dan tunggal.
4. Menentukan jenis data yang akan dikumpulkan, sekaligus untuk menentukan teknik analisisnya.
Penentuan sampel sebagai responden kuisioner perlu mendapat perhatian pula. Apabila salah menentukan sampel, informasi yang kita butuhkan barangkali tidak kita peroleh secara maksimal.
Penggunaan Metode Observasi
Dalam menggunakan metode observasi cara yang paling efektif adalah melengkapinya dengan format atau blangko pengamatan sebagai instrumen. Format yang disusun berisi item-item tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan akan terjadi.
Untuk mengamati kejadian yang kompleks dan terjadi serentak, pengamat diseyogyakan menggunakan alat bantu misalnya kamera, video, tape atau audio-tape recorder.Kejadian tersebut dapat dianalisis setelah rekamannya diputar kembali.
Penggunaan Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan atau transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan sebagainya.
Dibandingkan dengan metode lain, maka metode ini agak tidak begitu sulit, dalam arti apabila ada kekeliruan sumber datanya masih tetap, belum berubah. Dengan metode dokumentasi yang diamati bukan benda hidup tetapi benda mati.
Instrumen
Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat,lengkap,dan sistematis sehingga lebih mudah diolah.
Jumlah instrumen penelitian tergantung pada jumlah variable penelitian yang telah ditetapkan oleh peneliti, yang menjadi titik tolak dalam penyusunan instrumen.
Penyusunan instrumen
Pada umumnya penyusunan instrumen pengukur variable mengikuti tahapan :
1. Pendefinisian operasional variable smpai jelas dimensi dan ditentukan indicator yang akan diukur.
2. Dari indicator ini kemudian dijabarkan menjadi butir-butir pertanyaan atau pernyataan.
3. Pengurutan pertanyaan/pernyataan dan pemilihan tata letak pertanyaan/pernyataan.
4. Pra uji dan koreksi instrumen.
Kisi-kisi Instrumen
Supaya penyusunan instrumen lebih sistematis, sehingga mudah untuk dikontrol, dikoreksi,dan dikonsultasikan pada ahli, maka sebelum instrumen disusun menjadi item-item instrumen, maka perlu dibuat kisi-kisi instrumen sebagai berikut :
Variabel Indikator No Item
Loyalitas - Komitmen 1,2,3,4
Konsumen - Beli Tetap 5,6,7,8
Jumat, 09 November 2007
SAMPEL
POPULASI DAN SAMPEL
POPULASI :
Sekelompok orang, kejadian atau segala sesuatu yang memiliki karakteristik tertentu.
Obyek/ subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
SAMPEL:
Bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi, atau sebagian dari elemen populasi.
Desain Sampling
Alasan Menggunakan Sampel
- Mengurangi kerepotan
- Jika populasinya terlalu besar maka akan ada yang terlewati
- Dengan penelitian sampel maka akan lebih efesien
- Seringkali penelitian populasi dapat bersifat merusak
- Adanya bias dalam pengumpulan data
- Seringkali tidak mungkin dilakukan penelitian dengan populasi
PERMASALAHAN DALAM SAMPEL
- Berapa jumlah sampel yang akan diambil
- Bagaimana teknik pengambilan sampel
Pertimbangan Dalam Menentukan Sampel
- Seberapa besar keragaman populasi
- Berapa besar tingkat keyakinan yang kita perlukan
- Berapa toleransi tingkat kesalahan dapat diterima
- Apa tujuan penelitian yang akan dilakukan
- Keterbatasan yang dimiliki oleh peneliti
TEKNIK SAMPLING :
1. PROBABILITY SAMPLING (SAMPEL PELUANG
2. NON PROBABILITY SAMPLING (SAMPEL NON PELUANG
1. Probability Sampling
- Simple Random Sampling
- Stratified Sampling
- Propotional
- Disproportional
- Cluster Sampling
- Double Sampling
2. Non Probability Sampling
- Convenience Sampling
- Purposive sampling
- Judgement Sampling
- Quota Sampling
- Snowball Sampling
- Simple Random Sampling
Simple random sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang sama kepada pulasi untuk dijadikan sampel.
Syarat untuk dapat dilakukan teknik simple random sampling adalah:
Anggota populasi tidak memiliki strata sehingga relatif homogen
Adanya kerangka sampel yaitu merupakan daftar elemen-elemen populasi yang dijadikan dasar untuk pengambilan sampel.
- Sistematis Random Sampling
Merupakan cara pengambilan sampel dimana sampel pertama ditentukan secara acak sedangkan sampel berikutnya diambil berdasarkan satu interval tertentu
- Stratified Random Sampling
Adakalanya populasi yang ada memiliki strata atau tingkatan dan setiap tingkatan memiliki karakteristik sendiri
- Disproposional Random Sampling
- Cluster Sampling
Pada prinsipnya teknik cluster sampling hampir sama dengan teknik stratified. Hanya yang membedakan adalah jika pada stratified anggora populasi dalam satu strata relatif homogen sedangkan pada cluster sampling anggota dalam satu cluster bersifat heterogen
- Double Sampng/Multyphase Sampling
Double sample (sampel ganda) sering juga disebut dengan istilah sequential sampling (sampel berjenjang, multiphase-sampling (sampel multi tahap).
- Convenience Sampling
Sampel convenience adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan saja, anggota populasi yang ditemui peneliti dan bersedia menjadi responden di jadikan sampel.
- Purposive Sampling
Merupakan metode penetapan sampel dengan berdasarkan pada kriteria-kriteria tertentu
- Quota Sampling
Merupakan metode penetapan sampel dengan menentukan quota terlebih dahulu pada masing-masing kelompok, sebelum quata masing-masing kelompok terpenuhi maka peneltian beluam dianggap selesai.
- Snow Ball Sampling
Adalah teknik pengambilan sampel yang pada mulanya jumlahnya kecil tetapi makin lama makin banyak berhenti sampai informasi yang didapatkan dinilai telah cukup. Teknik ini baik untuk diterapkan jika calon responden sulit untuk identifikasi.
POPULASI :
Sekelompok orang, kejadian atau segala sesuatu yang memiliki karakteristik tertentu.
Obyek/ subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
SAMPEL:
Bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi, atau sebagian dari elemen populasi.
Desain Sampling
Alasan Menggunakan Sampel
- Mengurangi kerepotan
- Jika populasinya terlalu besar maka akan ada yang terlewati
- Dengan penelitian sampel maka akan lebih efesien
- Seringkali penelitian populasi dapat bersifat merusak
- Adanya bias dalam pengumpulan data
- Seringkali tidak mungkin dilakukan penelitian dengan populasi
PERMASALAHAN DALAM SAMPEL
- Berapa jumlah sampel yang akan diambil
- Bagaimana teknik pengambilan sampel
Pertimbangan Dalam Menentukan Sampel
- Seberapa besar keragaman populasi
- Berapa besar tingkat keyakinan yang kita perlukan
- Berapa toleransi tingkat kesalahan dapat diterima
- Apa tujuan penelitian yang akan dilakukan
- Keterbatasan yang dimiliki oleh peneliti
TEKNIK SAMPLING :
1. PROBABILITY SAMPLING (SAMPEL PELUANG
2. NON PROBABILITY SAMPLING (SAMPEL NON PELUANG
1. Probability Sampling
- Simple Random Sampling
- Stratified Sampling
- Propotional
- Disproportional
- Cluster Sampling
- Double Sampling
2. Non Probability Sampling
- Convenience Sampling
- Purposive sampling
- Judgement Sampling
- Quota Sampling
- Snowball Sampling
- Simple Random Sampling
Simple random sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang sama kepada pulasi untuk dijadikan sampel.
Syarat untuk dapat dilakukan teknik simple random sampling adalah:
Anggota populasi tidak memiliki strata sehingga relatif homogen
Adanya kerangka sampel yaitu merupakan daftar elemen-elemen populasi yang dijadikan dasar untuk pengambilan sampel.
- Sistematis Random Sampling
Merupakan cara pengambilan sampel dimana sampel pertama ditentukan secara acak sedangkan sampel berikutnya diambil berdasarkan satu interval tertentu
- Stratified Random Sampling
Adakalanya populasi yang ada memiliki strata atau tingkatan dan setiap tingkatan memiliki karakteristik sendiri
- Disproposional Random Sampling
- Cluster Sampling
Pada prinsipnya teknik cluster sampling hampir sama dengan teknik stratified. Hanya yang membedakan adalah jika pada stratified anggora populasi dalam satu strata relatif homogen sedangkan pada cluster sampling anggota dalam satu cluster bersifat heterogen
- Double Sampng/Multyphase Sampling
Double sample (sampel ganda) sering juga disebut dengan istilah sequential sampling (sampel berjenjang, multiphase-sampling (sampel multi tahap).
- Convenience Sampling
Sampel convenience adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan saja, anggota populasi yang ditemui peneliti dan bersedia menjadi responden di jadikan sampel.
- Purposive Sampling
Merupakan metode penetapan sampel dengan berdasarkan pada kriteria-kriteria tertentu
- Quota Sampling
Merupakan metode penetapan sampel dengan menentukan quota terlebih dahulu pada masing-masing kelompok, sebelum quata masing-masing kelompok terpenuhi maka peneltian beluam dianggap selesai.
- Snow Ball Sampling
Adalah teknik pengambilan sampel yang pada mulanya jumlahnya kecil tetapi makin lama makin banyak berhenti sampai informasi yang didapatkan dinilai telah cukup. Teknik ini baik untuk diterapkan jika calon responden sulit untuk identifikasi.
Lanjutan Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel
Contoh:
Variabel Minat Beli adalah :
skor yang diperoleh dari jawaban responden tentang minat beli yang dilihat dari indikator : intensitas pencarian informasi, keinginan segera membeli dan keinginan preferensi, yang diukur dengan skala likert, masing-masing indikator 8 butir kuesioner.
Contoh :
Variabel Orientasi Pelanggan adalah :
Skor yang diperoleh dari jawaban responden tentang orientasi pelanggan yang dilihat dari indikator : upaya memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan, kontinuitas upaya untuk mencari informasi mengenai kebutuhan pelanggan, intensitas analisis informasi pelanggan dalam proses formulasi rencana pemasaran, frekuensi pemantauan keluhan pelanggan, kecepatan respon terhadap keluhan pelanggan, diukur dengan skala likert, masing-masing indikator 6 butir kuesioner.
Kesesuaian Variabel dan Indikator :
Langkah pertama yang paling penting dalam variabel penelitian adalah bagaimana menentukan indikatornya yang tepat.
Untuk itu, yang harus dilakukan adalah :
- Cari beberapa definisi dari variabel tersebut
- Buat satu konstruk (bentukan kesimpulan)dari definisi variabel tersebut.
- Kemudian cari indikasi atau tanda dari konstruk tersebut, karena indikator harus merupakan tanda atau indikasi dari variabel tersebut.
Variabel Minat Beli adalah :
skor yang diperoleh dari jawaban responden tentang minat beli yang dilihat dari indikator : intensitas pencarian informasi, keinginan segera membeli dan keinginan preferensi, yang diukur dengan skala likert, masing-masing indikator 8 butir kuesioner.
Contoh :
Variabel Orientasi Pelanggan adalah :
Skor yang diperoleh dari jawaban responden tentang orientasi pelanggan yang dilihat dari indikator : upaya memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan, kontinuitas upaya untuk mencari informasi mengenai kebutuhan pelanggan, intensitas analisis informasi pelanggan dalam proses formulasi rencana pemasaran, frekuensi pemantauan keluhan pelanggan, kecepatan respon terhadap keluhan pelanggan, diukur dengan skala likert, masing-masing indikator 6 butir kuesioner.
Kesesuaian Variabel dan Indikator :
Langkah pertama yang paling penting dalam variabel penelitian adalah bagaimana menentukan indikatornya yang tepat.
Untuk itu, yang harus dilakukan adalah :
- Cari beberapa definisi dari variabel tersebut
- Buat satu konstruk (bentukan kesimpulan)dari definisi variabel tersebut.
- Kemudian cari indikasi atau tanda dari konstruk tersebut, karena indikator harus merupakan tanda atau indikasi dari variabel tersebut.
Lanjutan Definisi Operasional
Contoh:
Variabel Minat Beli adalah :
skor yang diperoleh dari jawaban responden tentang minat beli yang dilihat dari indikator : intensitas pencarian informasi, keinginan segera membeli dan keinginan preferensi.
Contoh :
Variabel Orientasi Pelanggan adalah :
Skor yang diperoleh dari jawaban responden tentang orientasi pelanggan yang dilihat dari indikator : upaya memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan, kontinuitas upaya untuk mencari informasi mengenai kebutuhan pelanggan, intensitas analisis informasi pelanggan dalam proses formulasi rencana pemasaran, frekuensi pemantauan keluhan pelanggan, kecepatan respon terhadap keluhan pelanggan.
Kesesuaian Variabel dan Indikator :
Langkah pertama yang paling penting dalam variabel penelitian adalah bagaimana menentukan indikatornya yang tepat.
Untuk itu, yang harus dilakukan adalah :
- Cari beberapa definisi dari variabel tersebut
- Buat satu konstruk (bentukan kesimpulan)dari definisi variabel tersebut.
- Kemudian cari indikasi atau tanda dari konstruk tersebut, karena indikator harus merupakan tanda atau indikasi dari variabel tersebut.
Variabel Minat Beli adalah :
skor yang diperoleh dari jawaban responden tentang minat beli yang dilihat dari indikator : intensitas pencarian informasi, keinginan segera membeli dan keinginan preferensi.
Contoh :
Variabel Orientasi Pelanggan adalah :
Skor yang diperoleh dari jawaban responden tentang orientasi pelanggan yang dilihat dari indikator : upaya memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan, kontinuitas upaya untuk mencari informasi mengenai kebutuhan pelanggan, intensitas analisis informasi pelanggan dalam proses formulasi rencana pemasaran, frekuensi pemantauan keluhan pelanggan, kecepatan respon terhadap keluhan pelanggan.
Kesesuaian Variabel dan Indikator :
Langkah pertama yang paling penting dalam variabel penelitian adalah bagaimana menentukan indikatornya yang tepat.
Untuk itu, yang harus dilakukan adalah :
- Cari beberapa definisi dari variabel tersebut
- Buat satu konstruk (bentukan kesimpulan)dari definisi variabel tersebut.
- Kemudian cari indikasi atau tanda dari konstruk tersebut, karena indikator harus merupakan tanda atau indikasi dari variabel tersebut.
Rabu, 07 November 2007
Definisi Opearsional
Definisi operasional adalah merupakan petunjuk bagaimana cara mengukur variabel.
Pengoperasian variabel ini didasarkan atau bersumber dari teori yang ada, hasil penelitian terdahulu,maupun pengalaman empiris.
Contoh : Untuk variabel " Tingkat Kecerdasan "
Definisi operasionalnya adalah :
" Tingkat kecerdasan seseorang ditunjukkan oleh skor yang diperoleh dari tes kecerdasan "
Pengoperasian variabel ini didasarkan atau bersumber dari teori yang ada, hasil penelitian terdahulu,maupun pengalaman empiris.
Contoh : Untuk variabel " Tingkat Kecerdasan "
Definisi operasionalnya adalah :
" Tingkat kecerdasan seseorang ditunjukkan oleh skor yang diperoleh dari tes kecerdasan "
Skala Pengukuran
Skala Likert
Skala Likert’s digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang tentang fenomena sosial.
Contoh:
Pelayanan rumah sakit ini sudah sesuai dengan apa yang saudara harapkan.
a. Sangat setuju skor 5
b. Setuju skor 4
c. Tidak ada pendapat skor 3
d. Tidak setuju skor 2
e. Sangat tidak setuju skor 1
Skala Guttman
Skala Guttman akan memberikan respon yang tegas, yang terdiri dari dua alternatif.
Misalnya :
Ya Tidak
Baik Buruk
Pernah Belum Pernah
Punya Tidak Punya
Skala Semamtik Deferensial
Skala ini digunakan untuk mengukur sikap tidak dalam bentuk pilihan ganda atau checklist, tetapi tersusun dari sebuah garis kontinuem dimana nilai yang sangat negatif terletak disebelah kiri sedangkan nilai yang sangat positif terletak disebelah kanan.
Contoh:
Bagimana tanggapan saudara terhadap pelayanan dirumah sakit ini ?
Skala Semamtik Deferensial
Skala ini digunakan untuk mengukur sikap tidak dalam bentuk pilihan ganda atau checklist, tetapi tersusun dari sebuah garis kontinuem dimana nilai yang sangat negatif terletak disebelah kiri sedangkan nilai yang sangat positif terletak disebelah kanan.
Contoh:
Bagimana tanggapan saudara terhadap pelayanan dirumah sakit ini ?
Skala Likert’s digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang tentang fenomena sosial.
Contoh:
Pelayanan rumah sakit ini sudah sesuai dengan apa yang saudara harapkan.
a. Sangat setuju skor 5
b. Setuju skor 4
c. Tidak ada pendapat skor 3
d. Tidak setuju skor 2
e. Sangat tidak setuju skor 1
Skala Guttman
Skala Guttman akan memberikan respon yang tegas, yang terdiri dari dua alternatif.
Misalnya :
Ya Tidak
Baik Buruk
Pernah Belum Pernah
Punya Tidak Punya
Skala Semamtik Deferensial
Skala ini digunakan untuk mengukur sikap tidak dalam bentuk pilihan ganda atau checklist, tetapi tersusun dari sebuah garis kontinuem dimana nilai yang sangat negatif terletak disebelah kiri sedangkan nilai yang sangat positif terletak disebelah kanan.
Contoh:
Bagimana tanggapan saudara terhadap pelayanan dirumah sakit ini ?
Skala Semamtik Deferensial
Skala ini digunakan untuk mengukur sikap tidak dalam bentuk pilihan ganda atau checklist, tetapi tersusun dari sebuah garis kontinuem dimana nilai yang sangat negatif terletak disebelah kiri sedangkan nilai yang sangat positif terletak disebelah kanan.
Contoh:
Bagimana tanggapan saudara terhadap pelayanan dirumah sakit ini ?
Selasa, 06 November 2007
BAB III
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. DEFINISI OPERASIONAL DAN PENGUKURAN VARIABEL
...........................................
...........................................
B. METODA PENGAMBILAN SAMPEL
...........................................
...........................................
C. METODA PENGUMPULAN DATA
...........................................
...........................................
D. ANALISIS DATA
...........................................
...........................................
VARIABEL
Variabel adalah atribut seseorang atau obyek yang mempunyai variasi nilai antara orang dengan yang lain, atau satu obyek dengan obyek yang lain.
Contoh : sikap, tinggi badan, tingkat pendidikan, loyalitas, kinerja manajerial, likuiditas, harga saham, dsb.
JENIS-JENIS VARIABEL
1. VARIABEL BEBAS (Independent Variable): Merupakan variabel stimulus atau variabel yang mempengaruhi variabel lain. Variabel bebas ini diukur, dimanipulasi atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan hubungan atau pengaruh terhadap gejala yang diobservasi.
2. VARIABEL TERIKAT (dependent Variable): Variabel yang memberikan reaksi/respon jika dihubungkan dengan variabel bebas. Variabel terikat adalah variabel yang diamati dan diukur untuk menentukan pengaruh yang disebabkan oleh variabel bebas.
Contoh :
Hipotesis penelitian : Terdapat Hubungan antara BRAND IMAGE dengan LOYALITAS KONSUMEN.
Variabel Bebas : BRAND IMAGE
Variabel terikat : LOYALITAS KONSUMEN
BRAND IMAGE mempunyai hubungan dengan LOYALITAS KONSUMEN, misalnya brand image yang baik akan berdampak terhadap loyalitas konsumen dan berbeda dengan brand image yang jelek.
3. VARIABEL MODERAT (MODERATE VARIABLE) : Variabel Bebas kedua yang sengaja dipilih oleh peneliti untuk menentukan apakah kehadirannya berpengaruh terhadap hubungan antara variabel bebas pertama dengan variabel terikat. Variabel moderat merupakan variabel yang diukur, dimanipulasi atau dipilih peneliti untuk mengetahui apakah variabel tersebut mengubah hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat
Misalnya : Hubungan antara MEREK PERGURUAN TINGGI dengan MINAT KULIAH, peneliti memilih HARGA sebagai Variabel MODERAT. Dengan memasukan variabel Moderat HARGA, maka peneliti ingin mengetahui apakah besaran hubungan kedua variabel tersebut berubah. Jika berubah maka keberadan variabel moderta berperan, sebaliknya jika tidak berubah, maka variabel moderat tidak mempengaruhi hubungan kedua variabel yang diteliti.
4. VARIABEL KONTROL (Control Variable) : Variabel yang dikontrol oleh peneliti untuk menetralisasi pengaruhnya atau variabel yang pengaruhnya akan dihilangkan
Misalnya : Kontras warna Baju berpengaruh terhadap Keputusan membeli di kalangan wanita.
Variabel Bebas : Kontras Warna
Variabel Terikat : Keputusan Membeli
Variabel Kontrol : WANITA (Jenis Kelamin)
Pada Kasus ini Variabel Kontrol adalah Jenis Kelamin WANITA. Asumsi peneliti bahwa hanya wanita yang terpengaruh secara kontras warna baju jika mereka akan membelinya.
VARIABEL PERANTARA (Intervening Variable) : yaitu variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan variabel yang sedang diteliti , tetapi tidak dapat dilihat, diukur, dan dimanipulasi; Pengaruhnya harus disimpulkan dari pengaruh-pengaruh variabel bebas dan variabel moderat terhadap gejala yang sedang diteliti.
Variabel perantara bersifat hipotetikal, artinya secara konkret pengaruhnya tidak kelihatan, tetapi secara teoritis dapat mempengaruhi hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat yang sedang diteliti.
CONTOH : Jika partisipasi pembuatan anggaran yang dibebankan meningkat, maka kinerja untuk mengerjakan tugas tersebut akan semakin meningkat.
1. Variabel Bebas : Partisipasi pembuatan anggaran
2. Variabel Terikat : Kinerja
3. Variabel Intervening : Motivasi
Pada kasus penelitian di atas asumsinya: Jika partisipasi dari tiap bagian dalam penyusunan anggaran dapat berjalan dengan baik, maka hasilnya akan baik. Besar kecilnya kinerja dipengaruhi oleh partisipasi penyusunan anggaran. Sekalipun demikian, hasil akhir pengerjaan tugas penyusunan anggaran tersebut dipengaruhi oleh faktor motivasi pegawai untuk mengerjakan tugas tersebut. Dengan motivasi yang tinggi dan pemahaman yang baik maka kinerja akan semakin besar.
SKALA PENGUKURAN
- NOMINAL
- INTERVAL
- ORDINAL
- RATIO
- SKALA NOMINAL : Skala yang paling sederhana disusun menurut jenis (kategorinya) atau fungsi bilangan hanya sebagai simbol untuk membedakan sebuah karaketristik dengan karakteristik lainnya.
Karakteristik Skala nominal
1. Hasil perhitungan dan bukan merupakan pecahan 2.Angka yang tertera hanya berupa label
3. Tidak memiliki urutan (ranking)
4. Tidak memiliki ukuran baru.
5. Tidak memiliki nol mutlak (Tes Statistik Non Parametrik)
Contoh:
Wanita 1
Laki-laki 2
SKALA ORDINAL : Skala yang didasarkan pada ranking, diurutkan dari jenjang yang paling tinggi sampai jenjang yang terendah atau sebaliknya. Analisa Statistik yang cocok untuk data skala ordinal adalah Statistik Non Parametrik.
Contoh Kepangkatan Militer : Jenderal (4), Letnan Jenderal (3) Mayor Jenderal (2) dan Brigadir Jenderal (1)
Atau :
Contoh:
Berilah peringkat supermarket berdasarkan kualitas pelayanannya !
Sri Ratu……………………… 1
Moro ………………………… 3
Matahari ………………….. 5
Rita I ………………………. 2
Rita II ……………………… 4
Super Ekonomi …………. 6
SKALA INTERVAL : Skala yang menunjukkan jarak antara satu data dengan data yang lain dan mempunyai bobot yang sama. Contoh Skor Ujian Perguruan Tinggi, A, B, C, D dan E. Tes Statistik yang digunakan adalah Tes Statistik Parametrik
Atau : Contoh:
- Skala Pada Termometer
- Skala Pada Jam
- Skala Pada Tanggal
SKALA RATIO; Skala pengukuran yang mempunyai nilai nol mutlak dan mempunyai jarak yang sama. Misalnya umur manusia dan ukuran timbangan keduanya tidak memiliki angka nol negatif. Artinya seseorang tidak dapat berumur mulai nol tahun dan seseorang harus memiliki berat badan di atas nol. Contoh berat badan, tinggi pohon, tinggi badan, jarak, panjang dll. Tes Statistik yang digunakan untuk data Skala Ratio adalah Statistik Parametrik.
Contoh:
- Berat Badan
- Pendapatan
- Hasil Penjualan
Skala yang sering digunakan untuk mengukur gejala dalam penelitian sosial adalah SKALA INTERVAL. Ada Dua (2) tipe skala pengukuran menurut gejala sosial yang diukur, yaitu;
Skala pengukuran untuk mengukur perilaku susila dan kepribadian. Termasuk tipe ini adalah SKALA SIKAP, SKALA MORAL, TES KARAKTER, dan SKALA PARTISIPASI SOSIAL.
Skala pengukuran untuk mengukur berbagai aspek budaya dan lingkungan sosial. Termasuk tipe ini adalah; SKALA PENGUKURAN STSTUS SOSIAL EKONOMI, LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT, KEMASYARAKATAN, dan KONDISI RUMAH TANGGA
METODOLOGI PENELITIAN
A. DEFINISI OPERASIONAL DAN PENGUKURAN VARIABEL
...........................................
...........................................
B. METODA PENGAMBILAN SAMPEL
...........................................
...........................................
C. METODA PENGUMPULAN DATA
...........................................
...........................................
D. ANALISIS DATA
...........................................
...........................................
VARIABEL
Variabel adalah atribut seseorang atau obyek yang mempunyai variasi nilai antara orang dengan yang lain, atau satu obyek dengan obyek yang lain.
Contoh : sikap, tinggi badan, tingkat pendidikan, loyalitas, kinerja manajerial, likuiditas, harga saham, dsb.
JENIS-JENIS VARIABEL
1. VARIABEL BEBAS (Independent Variable): Merupakan variabel stimulus atau variabel yang mempengaruhi variabel lain. Variabel bebas ini diukur, dimanipulasi atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan hubungan atau pengaruh terhadap gejala yang diobservasi.
2. VARIABEL TERIKAT (dependent Variable): Variabel yang memberikan reaksi/respon jika dihubungkan dengan variabel bebas. Variabel terikat adalah variabel yang diamati dan diukur untuk menentukan pengaruh yang disebabkan oleh variabel bebas.
Contoh :
Hipotesis penelitian : Terdapat Hubungan antara BRAND IMAGE dengan LOYALITAS KONSUMEN.
Variabel Bebas : BRAND IMAGE
Variabel terikat : LOYALITAS KONSUMEN
BRAND IMAGE mempunyai hubungan dengan LOYALITAS KONSUMEN, misalnya brand image yang baik akan berdampak terhadap loyalitas konsumen dan berbeda dengan brand image yang jelek.
3. VARIABEL MODERAT (MODERATE VARIABLE) : Variabel Bebas kedua yang sengaja dipilih oleh peneliti untuk menentukan apakah kehadirannya berpengaruh terhadap hubungan antara variabel bebas pertama dengan variabel terikat. Variabel moderat merupakan variabel yang diukur, dimanipulasi atau dipilih peneliti untuk mengetahui apakah variabel tersebut mengubah hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat
Misalnya : Hubungan antara MEREK PERGURUAN TINGGI dengan MINAT KULIAH, peneliti memilih HARGA sebagai Variabel MODERAT. Dengan memasukan variabel Moderat HARGA, maka peneliti ingin mengetahui apakah besaran hubungan kedua variabel tersebut berubah. Jika berubah maka keberadan variabel moderta berperan, sebaliknya jika tidak berubah, maka variabel moderat tidak mempengaruhi hubungan kedua variabel yang diteliti.
4. VARIABEL KONTROL (Control Variable) : Variabel yang dikontrol oleh peneliti untuk menetralisasi pengaruhnya atau variabel yang pengaruhnya akan dihilangkan
Misalnya : Kontras warna Baju berpengaruh terhadap Keputusan membeli di kalangan wanita.
Variabel Bebas : Kontras Warna
Variabel Terikat : Keputusan Membeli
Variabel Kontrol : WANITA (Jenis Kelamin)
Pada Kasus ini Variabel Kontrol adalah Jenis Kelamin WANITA. Asumsi peneliti bahwa hanya wanita yang terpengaruh secara kontras warna baju jika mereka akan membelinya.
VARIABEL PERANTARA (Intervening Variable) : yaitu variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan variabel yang sedang diteliti , tetapi tidak dapat dilihat, diukur, dan dimanipulasi; Pengaruhnya harus disimpulkan dari pengaruh-pengaruh variabel bebas dan variabel moderat terhadap gejala yang sedang diteliti.
Variabel perantara bersifat hipotetikal, artinya secara konkret pengaruhnya tidak kelihatan, tetapi secara teoritis dapat mempengaruhi hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat yang sedang diteliti.
CONTOH : Jika partisipasi pembuatan anggaran yang dibebankan meningkat, maka kinerja untuk mengerjakan tugas tersebut akan semakin meningkat.
1. Variabel Bebas : Partisipasi pembuatan anggaran
2. Variabel Terikat : Kinerja
3. Variabel Intervening : Motivasi
Pada kasus penelitian di atas asumsinya: Jika partisipasi dari tiap bagian dalam penyusunan anggaran dapat berjalan dengan baik, maka hasilnya akan baik. Besar kecilnya kinerja dipengaruhi oleh partisipasi penyusunan anggaran. Sekalipun demikian, hasil akhir pengerjaan tugas penyusunan anggaran tersebut dipengaruhi oleh faktor motivasi pegawai untuk mengerjakan tugas tersebut. Dengan motivasi yang tinggi dan pemahaman yang baik maka kinerja akan semakin besar.
SKALA PENGUKURAN
- NOMINAL
- INTERVAL
- ORDINAL
- RATIO
- SKALA NOMINAL : Skala yang paling sederhana disusun menurut jenis (kategorinya) atau fungsi bilangan hanya sebagai simbol untuk membedakan sebuah karaketristik dengan karakteristik lainnya.
Karakteristik Skala nominal
1. Hasil perhitungan dan bukan merupakan pecahan 2.Angka yang tertera hanya berupa label
3. Tidak memiliki urutan (ranking)
4. Tidak memiliki ukuran baru.
5. Tidak memiliki nol mutlak (Tes Statistik Non Parametrik)
Contoh:
Wanita 1
Laki-laki 2
SKALA ORDINAL : Skala yang didasarkan pada ranking, diurutkan dari jenjang yang paling tinggi sampai jenjang yang terendah atau sebaliknya. Analisa Statistik yang cocok untuk data skala ordinal adalah Statistik Non Parametrik.
Contoh Kepangkatan Militer : Jenderal (4), Letnan Jenderal (3) Mayor Jenderal (2) dan Brigadir Jenderal (1)
Atau :
Contoh:
Berilah peringkat supermarket berdasarkan kualitas pelayanannya !
Sri Ratu……………………… 1
Moro ………………………… 3
Matahari ………………….. 5
Rita I ………………………. 2
Rita II ……………………… 4
Super Ekonomi …………. 6
SKALA INTERVAL : Skala yang menunjukkan jarak antara satu data dengan data yang lain dan mempunyai bobot yang sama. Contoh Skor Ujian Perguruan Tinggi, A, B, C, D dan E. Tes Statistik yang digunakan adalah Tes Statistik Parametrik
Atau : Contoh:
- Skala Pada Termometer
- Skala Pada Jam
- Skala Pada Tanggal
SKALA RATIO; Skala pengukuran yang mempunyai nilai nol mutlak dan mempunyai jarak yang sama. Misalnya umur manusia dan ukuran timbangan keduanya tidak memiliki angka nol negatif. Artinya seseorang tidak dapat berumur mulai nol tahun dan seseorang harus memiliki berat badan di atas nol. Contoh berat badan, tinggi pohon, tinggi badan, jarak, panjang dll. Tes Statistik yang digunakan untuk data Skala Ratio adalah Statistik Parametrik.
Contoh:
- Berat Badan
- Pendapatan
- Hasil Penjualan
Skala yang sering digunakan untuk mengukur gejala dalam penelitian sosial adalah SKALA INTERVAL. Ada Dua (2) tipe skala pengukuran menurut gejala sosial yang diukur, yaitu;
Skala pengukuran untuk mengukur perilaku susila dan kepribadian. Termasuk tipe ini adalah SKALA SIKAP, SKALA MORAL, TES KARAKTER, dan SKALA PARTISIPASI SOSIAL.
Skala pengukuran untuk mengukur berbagai aspek budaya dan lingkungan sosial. Termasuk tipe ini adalah; SKALA PENGUKURAN STSTUS SOSIAL EKONOMI, LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT, KEMASYARAKATAN, dan KONDISI RUMAH TANGGA
Kamis, 01 November 2007
Hipotesis
PENGERTIAN HIPOTESIS
Hipotesis merupakan jawaban sementara yang hendak diuji kebenarannya.
Tidak semua penelitian memerlukan hipotesis, penelitian yang bersifat eksploratif dan deskriptif tidak memerlukan hipotesis
MANFAAT HIPOTESIS
1. Menjelaskan masalah penelitian
2. Menjelaskan variabel-variabel yang akan diuji
3. Pedoman untuk memilih metode analisis data
4. Dasar untuk membuat kesimpulan penelitian.
CONTOH HIPOTESIS
Ada pengaruh positif yang signifikan antara citra produk, harga, dan tayangan iklan,terhadap keputusan pembelian konsumen.
HIPOTESIS DAPAT MENUJUKKAN:
- MASALAH PENELITIAN
- VARIABEL PENELITIAN
- METODE ANALISIS DATA
- KESIMPULAN
DASAR MERUMUSKAN HIPOTESIS
1. Berdasarkan pada teori
2. Berdasarkan penelitian terdahulu
3. Berdasarkan penelitian pendahuluan
4. Berdasarkan akal sehat peneliti
PEMBAGIAN HIPOTESIS
1. HIPOTESIS DESKRIPTIF
- Pelayanan Rumah sakit Cepat Sembuh tidak Memuaskan
- Kinerja Keuangan Bank CBA Baik
- Semangat Kerja Karyawan PT. Yariba Tinggi
2. HIPOTESIS KOMPARATIF
- Rumah sakit Cepat Sembuh lebih memuaskan dibandingkan pelayanan rumah sakit Segera Sehat
- Kinerja keuangan bank CBA lebih baik dibandingkan dengan kinerja bank Polli
- Semangat kerja karyawan PT.YARIBA lebih tinggi dibandingkan dengan semangat kerja PT.YARIDA
3. HIPOTESIS ASOSIATIF
- Kepuasan pasien berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pasien
- Jumlah nasabah berpengaruh terhadap kinerja keuangan bank CBA
- Semangat kerja karyawan berpengaruh positif terhadap produktifitas karyawan
DALAM SEBUAH PENELITIAN HIPOTESIS DAPAT DINYATAKAN DALAM BEBERAPA BENTUK
1. Hipotesis Nol(H0)
Merupakan hipotesis yang menyatakan hubungan atau pengaruh antar variabel sama dengan nol. Atau dengan kata lain tidak terdapat perbedaan, hubungan atau pengaruh antar variabel.
2. Hipotesis Alternatif (Ha)
Merupakan hipotesis yang menyatakan adanya perbedaan, hubungan atau pengaruh antar variabel tidak sama dengan nol. Atau dengan kata lain terdapat perbedaan, hubungan atau pengaruh antar variabel (merupakan kebalikan dari hipotesis alternatif)
Ciri-Ciri Hipotesis Yang Baik:
1. Dinyatakan dalam kalimat yang tegas
- Upah memiliki pengaruh yang berarti terhadap produktifitas karyawan (jelas)
- Upah memiliki pengaruh yang kurang berarti terhadap produktifitas karyawan (tidak jelas)
2. Dapat diuji secara alamiah
- Upah memiliki pengaruh yang berarti terhadap produktifitas karyawan (dapat diuji)
-Batu yang belum pernah terlihat oleh mata manusia dapat berkembang biak (Pada hipotesis ini tidak dapat dibuktikan karena kita tidak dapat mengumpulkan data tentang batu yang belum terlihat manusia)
3. Dasar dalam merumuskan hipotesis kuat
Harga barang berpengaruh negatif terhadap permintaan (memiliki dasar kuat yaitu teori permintaan dan penawaran)
Uang saku memiliki pengaruh yang signifikant terhadap jam belajar mahasiswa. (tidak memiliki dasar kuat)
Hipotesis merupakan jawaban sementara yang hendak diuji kebenarannya.
Tidak semua penelitian memerlukan hipotesis, penelitian yang bersifat eksploratif dan deskriptif tidak memerlukan hipotesis
MANFAAT HIPOTESIS
1. Menjelaskan masalah penelitian
2. Menjelaskan variabel-variabel yang akan diuji
3. Pedoman untuk memilih metode analisis data
4. Dasar untuk membuat kesimpulan penelitian.
CONTOH HIPOTESIS
Ada pengaruh positif yang signifikan antara citra produk, harga, dan tayangan iklan,terhadap keputusan pembelian konsumen.
HIPOTESIS DAPAT MENUJUKKAN:
- MASALAH PENELITIAN
- VARIABEL PENELITIAN
- METODE ANALISIS DATA
- KESIMPULAN
DASAR MERUMUSKAN HIPOTESIS
1. Berdasarkan pada teori
2. Berdasarkan penelitian terdahulu
3. Berdasarkan penelitian pendahuluan
4. Berdasarkan akal sehat peneliti
PEMBAGIAN HIPOTESIS
1. HIPOTESIS DESKRIPTIF
- Pelayanan Rumah sakit Cepat Sembuh tidak Memuaskan
- Kinerja Keuangan Bank CBA Baik
- Semangat Kerja Karyawan PT. Yariba Tinggi
2. HIPOTESIS KOMPARATIF
- Rumah sakit Cepat Sembuh lebih memuaskan dibandingkan pelayanan rumah sakit Segera Sehat
- Kinerja keuangan bank CBA lebih baik dibandingkan dengan kinerja bank Polli
- Semangat kerja karyawan PT.YARIBA lebih tinggi dibandingkan dengan semangat kerja PT.YARIDA
3. HIPOTESIS ASOSIATIF
- Kepuasan pasien berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pasien
- Jumlah nasabah berpengaruh terhadap kinerja keuangan bank CBA
- Semangat kerja karyawan berpengaruh positif terhadap produktifitas karyawan
DALAM SEBUAH PENELITIAN HIPOTESIS DAPAT DINYATAKAN DALAM BEBERAPA BENTUK
1. Hipotesis Nol(H0)
Merupakan hipotesis yang menyatakan hubungan atau pengaruh antar variabel sama dengan nol. Atau dengan kata lain tidak terdapat perbedaan, hubungan atau pengaruh antar variabel.
2. Hipotesis Alternatif (Ha)
Merupakan hipotesis yang menyatakan adanya perbedaan, hubungan atau pengaruh antar variabel tidak sama dengan nol. Atau dengan kata lain terdapat perbedaan, hubungan atau pengaruh antar variabel (merupakan kebalikan dari hipotesis alternatif)
Ciri-Ciri Hipotesis Yang Baik:
1. Dinyatakan dalam kalimat yang tegas
- Upah memiliki pengaruh yang berarti terhadap produktifitas karyawan (jelas)
- Upah memiliki pengaruh yang kurang berarti terhadap produktifitas karyawan (tidak jelas)
2. Dapat diuji secara alamiah
- Upah memiliki pengaruh yang berarti terhadap produktifitas karyawan (dapat diuji)
-Batu yang belum pernah terlihat oleh mata manusia dapat berkembang biak (Pada hipotesis ini tidak dapat dibuktikan karena kita tidak dapat mengumpulkan data tentang batu yang belum terlihat manusia)
3. Dasar dalam merumuskan hipotesis kuat
Harga barang berpengaruh negatif terhadap permintaan (memiliki dasar kuat yaitu teori permintaan dan penawaran)
Uang saku memiliki pengaruh yang signifikant terhadap jam belajar mahasiswa. (tidak memiliki dasar kuat)
Senin, 29 Oktober 2007
Kerangka Pemikiran
KERANGKA PEMIKIRAN
- Kerangka pemikiran merupakan miniatur keseluruhan dari proses penelitian
- Kerangka pemikiran harus menerangkan:
- Mengapa penelitian dilakukan ?
- Bagaimana proses penelitian dilakukan ?
- Apa yang akan diperoleh dari penelitian tersebut?
- Untuk apa hasil penelitain diperoleh?
KERANGKA PEMIKIRAN
Kerangka berpikir menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan diteliti. Jadi secara teorotis perlu dijelaskan hubungan antar variabel independen dan dependen.
Uma Sekaran (2003) mengemukakan bahwa kerangka berpikir yang baik memuat hal-hal sebagai berikut :
1. Variabel-variabel yang akan diteliti harus dijelaskan
2. Harus dapat menunjukkan dan menjelaskan pertautan/hubungan antar variabel yang diteliti
3. Apakah hubungan antar variabel itu positif atau negatif
4. Kerangka berpikir tersebut selanjutnya perlu dinyatakan dalam bentuk diagram/skema sehingga pihak lain dapat memahami kerangka pikir yang dikemukakan dalam penelitian
- Kerangka pemikiran merupakan miniatur keseluruhan dari proses penelitian
- Kerangka pemikiran harus menerangkan:
- Mengapa penelitian dilakukan ?
- Bagaimana proses penelitian dilakukan ?
- Apa yang akan diperoleh dari penelitian tersebut?
- Untuk apa hasil penelitain diperoleh?
KERANGKA PEMIKIRAN
Kerangka berpikir menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan diteliti. Jadi secara teorotis perlu dijelaskan hubungan antar variabel independen dan dependen.
Uma Sekaran (2003) mengemukakan bahwa kerangka berpikir yang baik memuat hal-hal sebagai berikut :
1. Variabel-variabel yang akan diteliti harus dijelaskan
2. Harus dapat menunjukkan dan menjelaskan pertautan/hubungan antar variabel yang diteliti
3. Apakah hubungan antar variabel itu positif atau negatif
4. Kerangka berpikir tersebut selanjutnya perlu dinyatakan dalam bentuk diagram/skema sehingga pihak lain dapat memahami kerangka pikir yang dikemukakan dalam penelitian
Teori
TELAAH TEORI
- Tetapkan nama variabel yang diteliti
- Cari sumber bacaan yang relevan
- Lihat daftar isi buku
- Baca seluruh isi topik
- Deskripsikan teori
FUNGSI TEORI DALAM PENELITIAN
- Sebagai penjelas
- Sebagai prediksi
- Sebagai kontrol
PENELITIAN EMPIRIS
- PENELITIAN SEBELUMNYA DAPAT DIPERGUNAKAN UNTUK:
- Mengetahui kekurangan-kekurangan penelitaian sebelumnya
- Mengetahui apa yang telah dihasilkan dari penelitian sebelumnya
- Mengetahui perbedaan dengan penelitian sebelumnya
PENYAJIAN PENELITIAN EMPIRIS DALAM LAPORAN PENELITIAN
Nama Peneliti (th)
1..................
2..................
3dst
Judul Penelitian
1................
2................
3dst
Tujuan Penelitian
1................
2................
3dst
Alat Analisis
1............
2............
3dst
Hasil enelitian
1................
2................
3dst
- Tetapkan nama variabel yang diteliti
- Cari sumber bacaan yang relevan
- Lihat daftar isi buku
- Baca seluruh isi topik
- Deskripsikan teori
FUNGSI TEORI DALAM PENELITIAN
- Sebagai penjelas
- Sebagai prediksi
- Sebagai kontrol
PENELITIAN EMPIRIS
- PENELITIAN SEBELUMNYA DAPAT DIPERGUNAKAN UNTUK:
- Mengetahui kekurangan-kekurangan penelitaian sebelumnya
- Mengetahui apa yang telah dihasilkan dari penelitian sebelumnya
- Mengetahui perbedaan dengan penelitian sebelumnya
PENYAJIAN PENELITIAN EMPIRIS DALAM LAPORAN PENELITIAN
Nama Peneliti (th)
1..................
2..................
3dst
Judul Penelitian
1................
2................
3dst
Tujuan Penelitian
1................
2................
3dst
Alat Analisis
1............
2............
3dst
Hasil enelitian
1................
2................
3dst
Jumat, 26 Oktober 2007
Format
Bab II
Tinjauan Pustaka
A. Landasan Teori
.................................................
.................................................
.................................................
B. Kerangka Pemikiran
.................................................
.................................................
.................................................
C. Hipotesis (kalau ada)
.................................................
.................................................
Tinjauan Pustaka
A. Landasan Teori
.................................................
.................................................
.................................................
B. Kerangka Pemikiran
.................................................
.................................................
.................................................
C. Hipotesis (kalau ada)
.................................................
.................................................
Langganan:
Postingan (Atom)
